Nabi, Singa dan Beruang

Ketika Raja Daud masih muda dan sedang menggembalakan kawanan domba ayahnya, seekor singa datang dan mengambil seekor anak domba dari kawanan itu. Daud keluar dan menyerang singa itu serta menyelamatkan anak domba dari mulut binatang itu. Ketika binatang itu bangkit menyerang Daud, ia menangkap janggutnya dan memukulnya serta membunuhnya. Pada kesempatan lain ia juga melakukan hal yang sama dengan seekor beruang. Daud, hamba Allah, membunuh seekor singa dan seekor beruang karena Tuhan Allah memberinya kekuatan yang luar biasa untuk mengalahkan binatang buas dan ganas itu.

Anak domba itu diselamatkan karena keberanian Daud yang luar biasa. Dari manakah Daud, anak muda itu, mendapatkan kekuatan yang luar biasa itu? Allah/Tuhan telah menetapkan bahwa Daud akan menjadi Raja atas Israel di kemudian hari dalam hidupnya. Allah/Tuhan melindungi hamba-Nya dari bahaya.

Suatu hari nabi Samuel diutus Tuhan Allah untuk memilih seorang Raja bagi Israel. Orang-orang Israel terus-menerus menuntut Allah agar mereka memiliki raja, sehingga mereka bisa seperti semua bangsa lain. Tuhan Allah Yang Maha Kuasa kecewa karena umat-Nya telah menolak Dia dan nabi-Nya sebagai sumber bimbingan dan kekuatan mereka (1 Samuel 8 ayat 4-7). Jadi Samuel mematuhi perintah Allah dan mengangkat Saul sebagai Raja, tetapi kemudian dalam hidupnya Saul melakukan hal-hal yang jahat, seperti menyembah ilah-ilah palsu bukannya menyembah Tuhan Allah Yang Maha Kuasa. Jadi Allah/Tuhan memerintahkan Samuel untuk mengurapi Daud yang masih muda sebagai pengganti Saul, meskipun Saul mempunyai seorang putra muda yang baik bernama Yonatan yang merupakan sahabat karib Daud. Herannya Yonatan tidak iri dengan penetapan Daud oleh Allah.

Jadi Samuel membawa Daud masuk. Daud berwajah kemerahan, dengan mata yang indah serta penampilan yang tampan. Kemudian Tuhan berfirman, ‘Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.’ Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama’. (1 Samuel 16 ayat 12-13). Dengan tindakan pengurapan Daud, gembala itu diberi hak istimewa menjadi Raja atas sukunya Yehuda.

 Kemudian Daud menulis Mazmur ke-23 (lagu pujian bagi Allah), dalam Zabur yang berbunyi:

‘Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang, ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.’

Ketika Daud masih belia, orang-orang Israel menghadapi pasukan yang dipimpin raksasa bernama Goliat. Daud dengan terampil menggunakan lima batu sungai di umbannya untuk membunuh Goliat yang langsung jatuh mati. Dalam Surah 2 ayat 251 Al-Qur’an dikatakan, “Dan Daud membunuh Goliat dan Allah/Tuhan memberinya kekuatan dan kebijaksanaan, apa pun yang Dia kehendaki.”

Daud mengalami keberhasilan dan kemurahan Allah, di mana pada akhirnya 'semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu Raja Daud membuat perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas semua suku Israel.’ (2 Samuel 5 ayat 3)

Kekuatan Daud yang luar biasa berasal dari Roh Allah yang turun ke atasnya, memberinya kuasa dan kekuatan yang besar. Dalam Surah 3 ayat 45 Al- Qur’an dinyatakan bahwa putra Maryam akan diberi nama ‘Isa’ sang ‘Mesias.’ Mesias artinya ‘Yang Diurapi’. Urapan yang sama itu memberi Isa kekuatan adikodrati untuk memberi makan lima ribu orang, menyembuhkan orang buta dan orang kusta, serta membangkitkan orang mati. Kuasa Allah memang luar biasa.

Dalam perjalanan hidup ke Kota Suci, kita akan diserang oleh ‘kekuatan ganas’ yang mencoba menghentikan kita untuk sampai ke Kota Suci. Hal-hal jahat akan mencoba menarik kita supaya menjauh dari tujuan terbaik Allah dalam hidup kita, tetapi itu tidak akan berhasil jika kita memiliki Roh Allah yang hidup di dalam kita dan pikiran kita dipenuhi dengan pengajaran Firman Allah. Urapan Allah ini memberi manusia kekuatan dan kuasa yang luar biasa oleh Roh Allah.

Inilah kata-kata terakhir Daud seperti yang tercatat dalam 2 Samuel 23 ayat 1-7 "Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel”.

“Roh Tuhan berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku; Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah.”

“Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?

Tetapi orang-orang yang dursila, mereka semuanya seperti duri yang dihamburkan; sesungguhnya, mereka tidak terpegang oleh tangan: tidak ada orang yang dapat mengusik mereka, kecuali dengan sebatang besi atau gagang tombak, dan dengan api mereka dibakar habis!”

Allah telah berfirman mengenai Raja Daud dalam Zabur (Mazmur) 89 ayat 21: “Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus.’, dan dalam Zabur 139:17: ‘Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud; Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi.’ Daud menanggapi berkat Allah dalam hidupnya dengan perkataan ini pada Zabur 139 ayat 23-24: ‘Selidikilah aku, ya Allah, dan kenalilah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal.’ Jalan yang kekal itu adalah pengampunan, penebusan, dan pemulihan. Allah menawarkan ziarah ini sebagai hadiah yang cuma-cuma, dan Anda dapat menemukan hadiah yang cuma-cuma ini di ‘Jalan yang Benar.’

Selanjutnya

Kisah terakhir dalam seri ini berjudul Raja Ilahi dari Kota Suci. Di sinilah ziarah Anda berakhir. Anda tiba di tujuan Anda dan bertemu raja!

Buy sets of these five leaflets & share with friends


ALSO ... rightpath-pagebottomClick and read "The Right Path", a book which answers questions asked by thoughtful Muslims and Christians.